1.Novel
Judul: Laskar Pelangi
Pengarang: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang Pustaka
Halaman: 533 halaman
Genre: Nyata/Benar-benar Terjadi
Isi Cerita:
Berawal dari 10 orang murid yang bersekolah di SD Muhammadiyah di Gantong, Belitong, yang menyelamatkan sekolah itu. Berkat sepuluh orang murid itulah, sekolah mereka bisa selamat dari kejadian yang mengerikan: Bahwa sekolah itu hampir akan ditutup.
Awalnya, Ikal, seorang calon murid di sekolah itu, terperangkap dalam kecemasan bersama 9 orang temannya, karena, bila satu orang lagi tidak datang untuk mendaftar, sekolah itu akan ditutup. Tapi, tiba-tiba, datanglah seorang anak berumur 15 tahun yang bertubuh tinggi berjalan kegirang-girangan, sedangkan ibunya kerepotan mengejar-ngejar anak itu. Sahara –satu-satunya anak perempuan di kelas ini– berteriak,”Harun!!” Kami kegirangan melihat seorang murid lagi yang datang untung mendaftar, tepat 3 menit sebelum jam 11, waktu untuk merobohkan sekolah.
Tengoklah Lintang. Ia rela mengayuh sepeda sejauh 80 km dari ujung Pulau Belitong sampai ke ujung Pulau Belitong yang lain hanya untuk menyanyikan lagu “Padamu Negeri”pada jam pelajaran terakhir.
Tengoklah Mahar. Anak berwajah flamboyan yang awalnya menjadi pemarut kelapa di pasar, menjadi seniman dadakan yang mengangkat nama sekolahnya pada Perayaan 17 Agustus.
Selami kehidupan mereka, anak-anak pesisir Belitong, dengan kepolosan mereka, anggapan mereka, cita-cita mereka.
Menurutku, novel ini sangat menyentuh, dan kita bisa merasakan perasaan mereka, bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah dunia.
Judul: Sang Pencerah
Pengarang: Akmal Nasery Basral
Penerbit: Mizan
Halaman: ?
Genre: Sejarah, Benar-benar terjadi
Isi Cerita:
Siapapun pasti tak akan tak mengenal tokoh ini. Dan siapapun yang pernah ke Jogja, terutama sekitar daerah Kauman dan Karangkajen, kita akan menemui napak tilas pembaharuan Islam yang diperjuangkan olehnya.
Sebagai seorang keturunan dari seorang tokoh terkenal, yaitu Sunan Gresik, dan anak dari Kyai yang tersojor, Kyai Haji Ibrahim, ia dapat mendalami agama dengan cermat.
Suatu ketika, ia melihat seseorang, yaitu Ibu dari temannya melakukan tradisi Tahlilan untuk menghormati 40 hari menginggalnya suaminya yang harus diadakan dan terpaksa meminjam uang dengan bunga yang besar kepada seorang saudagar. Ia lalu tidak setuju dan berpikir, bahwa untuk apa kita mengadakan Upacara semacam itu, sedangkan kita sedang terlibat masalah? Bukannya menghormati, tetapi malah membuat keluarga itu terjebak dalam kesulitan.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghilangkan tradisi-tradisi yang tak ada dasarnya dalam Islam. Namun, banyak rintangan yang menghadang. Ia lalu dicopot dari jabatan Khatib Amin di Masjid Gedhe. Ia juga harus menghadapi Kyai Penghulu Kamaludiningrat, yang tak setuju akan tradisi-tradisi tersebut harus dihilangkan.
Kita dapat memahami, bahwa seluruh usaha kita akan berbuah hasil, salah satunya usaha Kyai Haji Ahmad Dahlan yang berbuah berdirinya Organisasi Muhammadiyah.
(To Be Continued)
Comments on: "Beberapa buku kesukaan (I)" (2)
MET ULTAH FADEEEEELLLLLL!!!!!!
makasih! Hwehehehehehehe!!